Propellerads

Translate to your language

Showing posts with label Materi IPA. Show all posts
Showing posts with label Materi IPA. Show all posts

Saturday, October 28, 2017

Laporan Eksperimen IPA tentang Gaya dan Gerak

Tujuan 

  1. Untuk membuktikan bahwa gaya dapat mempengaruhi gerak
  2. Untuk membuktikan bahwa gaya dapat mempengaruhi arah gerak
  3. Untuk membuktikan bahwa gaya dapat mempengaruhi bentuk benda
Alat dan Bahan
  1. Mobil Mainan
  2. Penggaris
  3. Plastisin
  4. Kelereng
  5. Botol Minuman Soda Bekaa
  6. Tali
Cara Kerja

  1. Ambilah mobil mainan yang sudah kamu bawa dari rumah. Letakkan di atas meja.
  2. Tariklah mobil mainan itu sejauh 30 cm.
  3. Bandingkan letak mobil mainan sebelum dan sesudah kamu tarik.
  4. Doronglah mobil mainan itu ke posisi atau letak semula. Amati mbali posisi tersebut.
  5. Apa yang terjadi pada mobil mainan setelah ditarik dan didorong?
  6. Dapatkah mobil mainan dapat berpindah tempat dengan sendirinya?
  7. Apa yang menyebabkan benda bergerak dan berubah posisi?
  8. Ambilah beberapa plastisin yang sudah kamu siapkan dari rumah.
  9. Letakkan di atas meja. Amati bentuk plastisin tersebut.
  10. Remaslah plastisin tersebut menjadi bentuk sesuai dengan keinginanmu.
  11. Amati bentuk plastisin tersebut.
  12. Ambilah lagi kaleng bekas minuman bersoda. Letakkan di atas meja.
  13. Amati bentuk kaleng bekas minuman bersoda tersebut
  14. Remaslah kaleng bekas minuman bersoda tersebut menjadi bentuk sesuai dengan keinginanmu. Amati bentuk kaleng bekas minuman bersoda tersebut.
  15. Apa yang terjadi pada plastisin setelah diremas menjadi berbagai bentuk?
  16. Dapatkah plastisin dan kaleng bekas minuman mengalami perubahan bentuk dengan sendirinya?
  17. Apa yang menyebabkan benda berubah bentuk?
  18. Ambilah satu kelereng dan letakkan di atas meja. Ambilah satu kelereng kemudian gelindingkan ke arah kelereng yang diam. Amati dua kelereng tersebut.
  19. Apa yang terjadi pada dua kelereng setelah digelindingkan?
  20. Apakah kelereng yang kamu gelindingkan berubah arah setelah menabrak kelereng yang satunya?
  21. Dapatkah kelereng yang menggelinding berhenti?
  22. Apa yang menyebabkan kelereng berubah arah dan berhenti menggelinding
  23. Catatlah dan diskusikan hasil pengamatanmu!

Hasil Pengamatan

  1. Mobil mainan setelah ditarik dan didorong akan ….
  2. Mobil mainan … berpindah tempat dengan sendirinya
  3. Benda bergerak dan dapat berubah posisi karena ….
  4. Plastisin dan kaleng bekas setelah diremas akan . . . .
  5. Plastisin dan kaleng bekas minuman … mengalami perubahan bentuk dengan sendirinya
  6. Benda berubah bentuk karena adanya ….
  7. Kelereng setelah digelindingkan akan ….
  8. Kelereng yang digelindingkan akan … setelah menabrak kelereng yang satunya
  9. Kelereng yang menggelinding lama-kelamaan … berhenti.
  10. Kelereng berubah arah dan berhenti menggelinding karena ….


Kesimpulan
Pengaruh gaya terhadap benda yaitu :

  1. Gaya dapat  mengubah … benda atau menjadikan  benda … menjadi … dan sebaliknya.
  2. Gaya dapat mengubah … benda.
  3. Gaya dapat mengubah … benda.
  4. Gaya dapat mengubah … benda.


Kunci Jawaban
Hasil Pengamatan

  1. Bergerak dan berpindah posisi
  2. Tidak dapat
  3. Gaya berupa tarikan atau dorongan
  4. Berubah bentuk
  5. Tidak dapat
  6. Gaya
  7. Bergerak
  8. Berubah arah
  9. Dapat berhenti
  10. Gaya

Kesimpulan

  1. Gerak, diam menjadi bergerak
  2. Bentuk benda
  3. Arah benda
  4. Kecepatan benda

Friday, May 13, 2016

Perbedaan Fotosintesis dan Respirasi pada Tumbuhan

Halo apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi informasi terkait dengan Materi IPA yaitu tentang Perbedaan Pembuluh Darah Arteri dan Vena. Nah kali ini saya akan berbagi informasi lagi tentang materi Ilmu Pengetahuan Alam. Terutama untuk anak-anak di sekolah dasar. Tulisan saya kali ini adalah Perbedaan Fotosintesis dan Respirasi pada Tumbuhan. Yuk kita simak bersama.

Fotosintesis
- Berlangsung pada siang hari
- Banyak menyerap energi
- Menghasilkan karbohidrat dan oksigen
- Terjadi dalam sel yang berklorofil
- Mereaksikan air dengan karbondioksida

Respirasi
- Berlangsung sepanjang hari
- Menghasilkan energi 
- Menghasilkan karbondioksida, air, dan energi
- Terjadi di seluruh bagian tumbuhan
- Mereaksikan karbohidrat dengan oksigen

Demikianlah informasi singkat mengenai Perbedaan Fotosintesis dan Respirasi pada Tumbuhan. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Perbedaan Pembuluh Darah Arteri dan Vena

Halo apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi informasi terkait dengan Materi IPA yaitu tentang Sifat Benda Padat, Cair dan Gas.. Nah kali ini saya akan berbagi informasi lagi tentang materi Ilmu Pengetahuan Alam. Terutama untuk anak-anak di sekolah dasar. Tulisan saya kali ini adalah Perbedaan Pembuluh Darah Arteri dan Vena. Yuk kita simak bersama.

Pembuluh Darah Arteri
  1. Terletak jauh dari permukaan kulit
  2. Dindingnya tebal, kuat, dan elastis
  3. Arah aliran darah dari jantung
  4. Berdenyut seirama dengan denyut jantung
  5. Klep hanya satu, yaitu di pangkal arteri di dekat jantung
  6. Umumnya, berisi darah yang banyak mengandung O2, kecuali arteri paru-paru
  7. Bila terputus, darah memancar dan berbuih, darah berwarna merah muda

Pembuluh Darah Vena
  1. Terletak dekat permukaan kulit sehingga tampak dari luar
  2. Dinding pembuluh tipis dan tidak elastis
  3. Arah aliran darah menuju ke jantung
  4. Tidak berdenyut
  5. Terdapat klep di sepanjang vena
  6. Umumnya, berisi darah yang banyak mengandung CO2, kecuali vena paru-paru
  7. Bila terputus, darah mengalir meleleh, darah berwarna gela

Demikianlah informasi singkat mengenai Perbedaan Pembuluh Darah Arteri dan Vena. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Thursday, May 12, 2016

Sifat Benda Padat, Cair dan Gas

Halo apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi informasi terkait dengan Materi Bahasa Indonesia yaitu tentang Contoh Pidato Bahasa Indonesia: Mewujudkan Pemimpin Bukan Penguasa.. Nah kali ini saya akan berbagi informasi lagi tentang materi Ilmu Pengetahuan Alam. Terutama untuk anak-anak di sekolah dasar. Tulisan saya kali ini adalah Sifat Benda Padat, Cair dan Gas. Yuk kita simak bersama.

Di alam terdapat tiga wujud benda, yaitu benda padat, benda cair, dan benda gas. Setiap benda mempunyai sifat yang berbeda-beda.
  1. Sifat benda padat, yaitu bentuk dan ukurannya tetap.
  2. Sifat benda cair, yaitu bentuknya berubah sesuai dengan tempatnya, tetapi ukurannya tetap. Dalam keadaan tenang permukaan bendacair selalu mendatar. Berbagai macam benda cair mempunyai sifat yang berbeda-beda. Misalnya, minyak bumi berbeda dengan minyak goreng, air bersih berbeda dengan air kotor
  3. Sifat benda gas, yaitu bentuk dan ukurannya berubah sesuai dengan tempatnya, sera benda gas dapat mengalir. Benda gas mengalir dari tempat bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah.

Berbagai macam benda cair mempunyai sifat yang berbeda-beda. Misalnya, minyak bumi berbeda dengan minyak goreng, air bersih berbeda dengan air kotor. Air mempunyai ciri khusus: air jernih tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Air dapat melarutkan benda padat tertentu, misalnya gula dan gara. Minyak bersifat tidak larut dalam air. Berat minyak lebih ringan dari air, sehingga minyak dapat terapung dalam air

Berbagai benda padat mempunyai sifat yang berbeda-beda. Misalnya, plastisin dan tanah liat bersifat lunak dan mudah dibentuk. Kayu bersifat kuat, keras dan tahan lama, tetapi mudah terbakar. Besi bersifat kuat, keras, tetapi tidak tahan karat.

Gas merupakan benda yang sangat ringan dan mudah menguap. Gas tidak dapat dipegang dan susah diwarnai. Gas dapat berwarna jika bercampur dengan bahan lain.

Benda cair berwujud cair, ukurannya tetap, permukaannya mendatar, dapat mengalir, dan bentuknya berubah sesuai tempatnya  Benda padat ada yang keras, ada yang lunak, serta bentuk dan ukurannya tetap walau dipindah-pindah. Benda gas bentuk dan ukurannya ber ubahubah sesuai dengan bentuk dan ukuran tempat. Benda gas juga dapat mengalir. Benda gas umumnya tidak terlihat. Tetapi jika mengandung bahan lain gas menjadi berwarna, misalnya gas karbon dioksida berwarna hitam, gas lampu neon berwarna putih, dan gas belerang berwarna kuning.

Demikianlah informasi singkat mengenai Sifat Benda Padat, Cair dan Gas. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Thursday, November 27, 2014

Biografi Tokoh : Sir William Bowman

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi informasi mengenai Biografi Tokoh : William Harvey. Pada kesempatan ini saya akan kembali berbagi informasi mengenai Biografi Tokoh : Sir William Bowman

Sir William Bowman (1816- 1892) adalah seorang ahli bedah, ahli histologi, dan ahli anatomi berkebangsaan Inggris. Ia terkenal pada penelitiannya yang banyak menggunakan mikroskop dalam mempelajari organ tubuh manusia. Lahir di Nantwich, Cheshire, putera ketiga dari seorang bankirm dan geolog serta botanikus amatir, Bowman mengenyam pendidikan di Sekolah Hazelwood di dekat Birmingham pada 1826.

Karya pertamanya yang cukup dikenal adalah penelitian mengenai struktur otot rangka. Pada usia 25 tahun, ia telah mengidentifikasi struktur pada nefron  yang dikenal dengan kapsula Bowman. Ia memaparkan penemuannya pada makalahnya yang  berjudul “On the Structure and Use of the Malpighian Bodies of the Kidney”(“Struktur dan Fungsi Badan Malphigi pada Ginjal”) dan berhasil mendapatkan medali kerajaan.

Kerjasamanya dengan Robert Bentley Todd, seorang profesor ilmu faal, menghasilkan publikasi dengan lima jilid “Physiological Anatomy and Physiology of Man” (1843-1856) (“Anatomi Faal dan Faal Manusia”) dan “Cyclopaedia of Anatomy and Physiology” (1852) (“Ensiklopedia Anatomi dan Faal”).

Pada 1884, Ratu Victoria mengangkatnya menjadi seorang baronet. Ia meninggal di rumahnya, Joldwynds, di dekat Dorking, Surrey pada 1892.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Biografi Tokoh : Sir William Bowman. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Biografi Tokoh : William Harvey

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi pengetahuan mengenai Gambits : How to Suggest (Expressing Suggestion). Nah kali ini saya akan kembali berbagi sedikit informasi. Tulisan saya kali ini adalah Biografi Tokoh ; William Harvey



Bagi mereka yang belajar ilmu tentang jantung dan pembuluh darah patut berterima kasih kepada William Harvey. Berkat jasanya, penyakit yang berkaitan dengan jantung dan peradaran darah bisa dicari penyebabnya dan dicari solusinya.

William Harvey adalah penemu peredaran darah. Dialah orang pertama yang menunjukkan bahwa peredaran darah di seluruh tubuh berjalan satu arah dan dipompa dari jantung. Penemuannya menjadi dasar pengembangan ilmu kardiovaskular (ilmu tentang jantung dan pembuluh darah).

Harvey lahir di Folkestone pada tahun 1578. Sejak kecil ia memang sudah jatuh cinta dengan biologi dan cabang-cabangnya. Dia bersekolah di Caius College Cambridge dan melanjutkannya ke Padua untuk mempelajari obat-obatan. Tahun 1616 Harvey mulai memperkenalkan pendapatnya tentang pergerakan jantung dan peredaran darah di dalamnya, mencakup arteri dan vena.

Tahun 1628, tokoh biologi yang satu ini mulai terkenal karena penemuannya yang diterbitkan dalam buku yang berjudul Anatomical treatise on the motion of the heart and blood in animal.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Biografi Tokoh : William Harvey. Semoga bermanfaat. Silahkan bagikan ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Thursday, May 1, 2014

Berbagai Teori Tentang Sel


Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai KonsepDasar Sel. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah Berbagai Teori Tentang Sel.

Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.

1. Robert Hooke (1635-1703)
Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.

2. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.

3. Robert Brown
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.

4. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye
Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.

5. Max Schultze (1825-1874)
Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup. 

Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:
  1. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;
  2. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
  3. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
  4. sel merupakan unit hereditas.


Beberapa teori sel itu menunjukkan betapa pentingnya peranan sel karena hampir semua proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup dipengaruhi oleh sel.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Berbagai Teori Tentang Sel. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Konsep Dasar Sel


Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Warning-Caution-Notice. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah Konsep Dasar Sel.

Jika dilihat sekilas di bawah mikroskop, tampak bentuk sel itu kaku dan seperti benda mati. Akan tetapi ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, di dalam sel terjadi segala proses kegiatan, bahkan sebenarnya segala kegiatan kita sehari-hari itu terjadi pada tingkat sel. Ini dapat digambarkan dengan kegiatan kita sehari-hari, misalnya ketika kita melakukan aktivitas membaca buku.

Sel-sel tubuh yang bekerja antara lain sel otot. Dengan adanya sel otot, maka tangan kita bisa memegang buku. Selain itu, sel batang dan kerucut mata juga bekerja menerima bayangan tulisan atau gambar. Setelah itu, sel otak akan menerjemahkan sehingga menghasilkan suatu pengertian.

Berdasarkan gambaran tersebut dapat kita ketahui bahwa sel itu hidup dan saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk melakukan fungsi hidup. Fakta tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia tersusun atas kumpulan sel-sel. Sel-sel berkelompok membentuk suatu jaringan, dan kemudian jaringan-jaringan akan menyusun organ.

Organ mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Organ-organ tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk membentuk suatu sistem. Sistem organ inilah yang akan membentuk organisme baru. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sel merupakan tingkatan terendah dari organisme kehidupan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Konsep Dasar Sel. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Saturday, January 25, 2014

Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai DampakPositif Penggunaan Zat Aditif. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah Dampak Negatif PenggunaanZat Aditif.

Kemajuan teknologi di bidang pangan dapat memacu manusia untuk menciptakan bahan makanan dengan kualitas yang makin baik. Kualitas makanan yang baik tidak dapat dilihat dari bentuk tampilan luarnya saja, akan tetapi yang paling penting adalah kandungan gizi dalam makanan tersebut.

Saat ini telah banyak ditemukan makanan yang unggul karena telah melalui berbagai proses produksi sehingga memiliki ketahanan yang lebih lama jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Misalnya, ikan sarden dalam kemasan kaleng dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun lamanya tanpa mengalami pembusukan. Ikan sarden tersebut dapat bertahan lama setelah ditambahkan zat pengawet pada proses produksi makanan tersebut. Namun, bahan makanan yang menggunakan zat pengawet tidak dapat dikonsumsi setelah melewati masa kadaluarsa. 

Beberapa bahan makanan yang berdampak negative terhadap orang yang mengkonsumsinya adalah sebagai berikut:
  1. Boraks dan formalin yang digunakan sebagai pengawet makanan jika dikonsumsi secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi organ pencernaan.
  2. CFC dan tetrazine yang digunakan sebagai zat pewarna dapat merusak organ hati dan ginjal.
  3. Siklamat dan sakarin yang digunakan sebagai zat pemanis dapat menyebabkan penyakit kanker.
  4. Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai bahan penyedap dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan saraf.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Dampak Positif Penggunaan Zat Aditif

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Fungsi Zat Aditif Alami dan Sintetis. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah DampakPositif Penggunaan Zat Aditif.

Berbagai macam penyakit dapat muncul dari kebiasaan manusia mengkonsumsi makan yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi. Misalnya, penyakit gondok yang berupa pembengkakan kelenjar pada leher. Penyakit gondok disebabkan karena tubuh kurang mendapatkan zat iodin.  Penyakit gondok dapat dicegah dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat iodin. Zat iodin dapat kita peroleh dari garam dapur yang biasa digunakan untuk memberikan rasa asin pada makanan. Selain penyakit gondok, kekurangan iodin dapat pula menyebabkan penyakit kretinisme (kekerdilan).

Orang yang memiliki penyakit diabetes melitus (kencing manis) perlu menjaga kestabilan kadar gula dalam darahnya. Penyakit ini dapat disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah, bagi penderita diabetes melitus disarankan untuk mengkonsumsi sakarin (pemanis buatan) sebagai pengganti gula.

Kekurangan konsumsi makanan yang mengandung vitamin dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia, misalnya penyakit Xerophtalmia. Penyakit Xerophtalmia merupakan penyakit yang menyerang mata, yaitu terjadinya kerusakan pada kornea mata. Penyakit ini jika tidak diatasi, maka dapat menimbulkan kebutaan. Untuk menghindari penyakit Xerophtalmia, perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Dampak Positif Penggunaan Zat Aditif. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Fungsi Zat Aditif Alami dan Sintetis

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Penggunaan Zat Aditif pada Makanan dan Minuman. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah Fungsi Zat Aditif Alami dan Sintetis.

Zat aditif alami merupakan zat aditif yang bisa diperoleh dari alam, seperti daun salam, daun pandan, kunyit, jahe, gula aren, dan asam.

Zat aditif sintetis merupakan zat yang dibuat dengan serangkaian proses kimia. Zat yang diperoleh dari proses kimia ini jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kesehatan tubuh. Beberapa bahan makanan yang termasuk ke dalam zat aditif sintetis di antaranya formalin, Monosodium Glutamat (MSG), formalin, dan sakarin.

Biasanya, zat aditif sintetis lebih berbahaya bagi kesehatan jika dibandingkan dengan zat aditif alami. Karena pada proses pembuatan zat aditif sintetis memerlukan proses kimia yang terkadang mengalami proseskimia yang tidak sempurna sehingga dapat memberikan dampak negatif terhadap tubuh konsumen.

Beberapa fungsi dari zat aditif yang ditambahkan pada makanan di antaranya:
  1. Meningkatkan kandungan gizi pada makanan.
  2. Menjaga kualitas dan tekstur makanan sehingga tetap terlihat segar.
  3. Menjaga agar makanan dapat tahan lama.
  4. Memberikan warna pada bahan makanan sehingga terlihat menarik.
  5. Memberikan rasa sedap pada makanan.
  6. Memberikan aroma yang khas pada makanan.


Demikianlah penjelasan singkat mengenai Fungsi Zat Aditif Alami dan Sintetis. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Penggunaan Zat Aditif pada Makanan dan Minuman

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Organisasi Semi-Militer Bentukan Jepang. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah Penggunaan Zat Aditif pada Makanan dan Minuman.

Di dunia terdapat berbagai jenis makanan yang disajikan secara higienis, menarik, tahan lama, dan aroma yang menggoda. Makanan-makanan tersebut biasanya diberikan bahan tambahan untuk tujuan tertentu, misalnya memberikan rasa sedap, mengawetkan, warna, pemanis, dan memberikan aroma. Zat-zat tambahan yang digunakan pada makanan dengan tujuan tertentu dinamakan zat aditif.

Penggunaan zat aditif dapat ditemukan juga pada makanan yang tahan lama, seperti daging dan buah yang dijual dalam kemasan kaleng. Dalam kondisi normal, makanan tersebut tidak dapat bertahan lama dan cepat membusuk. Namun, setelah daging dan buah tersebut mengalami beberapa proses produksi dengan ditambahkan bahan pengawet serta dikemas dalam bentuk kaleng, makanan tersebut dapat bertahan lebih lama dari biasanya.

Selain digunakan pada makanan, zat aditif juga sering ditambahkan pada minuman. Minuman yang sering kita nikmati sebagai pelepas dahaga, tidak jarang mengandung zat aditif. Misalnya, sirup mengandung bahan pewarna dan pemanis buatan. Dengan penambahan zat aditif pada proses pembuatan sirup, menyebabkan sirup tersebut terasa manis dan memiliki aroma yang menggoda.

Berdasarkan bahannya, kita dapat membedakan zat aditif menjadi dua jenis, yaitu Zat aditif alami dan Zat aditif buatan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Penggunaan Zat Aditif pada Makanan dan Minuman. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Wednesday, January 1, 2014

Macam-macam Otot

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?


Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Otot Sebagai Alat Gerak Aktif. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang masih berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah Macam-macam Otot


Jenis otot bermacam-macam. Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda. Otot dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

1. Otot Lurik
Otot lurik memiliki susunan berupa serabut-serabut panjang yang mengandung banyak inti sel dan tampak adanya bagian yang terang diselingi bagian gelap yang melintang. Oleh karena itu, otot lurik disebut juga otot serat melintang. Umumnya, otot lurik melekat pada rangka sehingga sering disebut juga otot rangka. Otot lurik terdiri atas serabut-serabut halus yang disebut miofibril, memiliki banyak inti, dan memiliki warna polos dengan sitoplasma yang bening. Cara kerjanya dipengaruhi oleh kesadaran atau saraf sadar dan tidak tahan kelelahan.

2. Otot Polos
Otot polos sangat berbeda dengan otot lurik karena tidak memiliki serat gelap dan terang. Otot polos memiliki sel-sel berbentuk gelendong dan terdapat sebuah inti di tengah sel. Karakteristik otot polos adalah gerakannya di bawah pengaruh saraf tak sadar, reaksinya lambat, tetapi mampu berkontraksi dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan. Otot polos terdapat pada saluran alat-alat dalam, seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, pembuluh darah, dan getah bening.

3. Otot Jantung
Otot jantung atau miokardium hanya terdapat pada dinding jantung. Otot jantung memiliki ciri-ciri seperti otot lurik (memiliki serat gelap dan terang), tetapi cara kerjanya seperti otot polos (dipengaruhi saraf tak sadar). Kerja otot jantung berkaitan erat dengan fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.


Demikianlah penjelasan singkat mengenai Macam-Macam Otot. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. 

Otot Sebagai Alat Gerak Aktif

Halo apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Biografi Tokoh : Archibald Vivian Hill. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi sedikit pengetahuan yang masih berkaitan dengan Materi Ilmu Pengatahuan Alam. Tulisan saya kali ini adalah Otot Sebagai Alat Gerak Aktif

Otot disebut juga alat gerak aktif karena dapat berkontraksi. Otot ini dapat menggerakkan tulang-tulang karena adanya kerjasama otot yang menempel pada tulang-tulang tersebut. Otot memiliki tiga karakteristik, yaitu kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas.

Kontraksibilitas adalah kemampuan otot untuk berkontraksi (mengerut) sehingga otot menjadi lebih pendek. Ekstensibilitas adalah kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang dari ukuran semula. Sedangkan, elastisitas adalah kemampuan otot untuk dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi. Saat otot kembali ke bentuk semula, otot disebut dalam keadaan relaksasi.

Jenis otot bermacam-macam. Otot dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Otot Sebagai Alat Gerak Aktif. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Biografi Tokoh : Archibald Vivian Hill

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu, saya telah berbagi sedikit pengetahuan terkait dengan Biografi Tokoh : Rita Levi Montalcini. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan lagi yang berhubungan dengan Materi Ilmu Pengetahuan Alam. Tulisan saya kali ini adalah Biografi Tokoh : Archibald Vivian Hill. 

Archibald Vivian Hill (1886-1977) ialah fisiolog dan biofisikawan Inggris yang menerima penghargaan nobel dalam fisiologi atau kedokteran pada 1922 untuk penemuan yang berkaitan dengan produksi panas dalam otot. Penelitiannya mendorong asal mula kekuatan otot dalam gangguan karbohidrat dengan pembentukan asam laktat dalam kekurangan oksigen.

Archibald Vivian Hill lahir di Bristol, Inggris pada tanggal 26 September 1986. Hill memulai sekolah di Blundell’s School. Lalu melanjutkan pendidikannya di Trinity Collage, Cambridge. Pada tahun 1913 Hill menikah dengan Margaret Keyness dan dikaruniai 4 orang anak. Tahun 1914 Hill bergabung dengan militer Inggris dalam rangka menghadapi Perang Dunia I. Hill tergabung dalam Ballistic and Operation Reseacrh Team. 

Di Universitas Cambridge (1911- 1914), Hill memulai  Pengamatannya pada termodinamika fisiologi otot dan jaringan syaraf. Ia sanggup menunjukkan bahwa oksigen diperlukan hanya untuk kesembuhan, tidak untuk kontraktil, fase aktivitas otot, meletakkan prinsip untuk penemuan rangkaian reaksi biokimia yang dibawa dalam sel otot yang membawa akibat dalam kontraksi. 

Ia merupakan guru besar fisiologi di Universitas Manchester (1920-1923) dan University College, London (1923-1925). Ia menjabat sebagai guru besar riset Foulerton Royal Society dari 1926 sampai pengunduran dirinya pada 1951. Karya tulis yang dihasilkannya adalah “Aktivitas Otot” (1926), “Gerakan Otot pada Manusia” (1927), dan “Mesin Kehidupan” (1927)

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Biografi Tokoh : Archibald Vivian Hill. Semoga bermanfaat. Silahkan bagikan ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. 

Monday, December 9, 2013

Biografi Tokoh : Rita Levi Montalcini

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?


Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Relief Dasar Laut Permukaan Bumi. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan yang berhubungan dengan materi Ilmu Pengetahuan Alam. Tulisan saya kali ini adalah Biografi Tokoh : Rita Levi Montalcini

Rita Levi-Montalcini (1909) lahir di Turin pada tanggal 22 April 1909 dari pasangan Adamo Levi dan Adelle Montalcini. Ayahnya seorang insinyur dan ahli matematika. Ibunya seorang pelukis.

Rita Levi-Montalcini adalah ahli Biologi dari Italia yang dilahirkan di Turin dan menjalani studinya di University of Turin Medical School. Dia menerima hadiah nobel pada 1986 di bidang fisiologi atau obat bersama-sama dengan Stanley Cohen untuk kontribusi mereka yang membuat pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia.

Sebegai seorang ahli bioneurologi Levi-Montalcini telah diakui untuk penemuannya tentang factor yang membantu pertumbuhan sel. Siswanya juga berhasil menemukan faktor pertumbuhan epidermal.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Biografi Tokoh : Rita Levi Montalcini. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. 

Tuesday, October 29, 2013

Daftar Massa Jenis Berbagai Zat

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?


Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi pengetahuan mengenai Contoh Peristiwa Kapilaritas Dalam Kehidupan Sehari-hari. Pada kesempatan ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan yang masih berkaitan dengan materi Ilmu Pengetahuan Alam. Tulisan saya kali ini adalah Daftar Massa Jenis Berbagai Zat

No
Nama Zat
Massa Jenis (kg/m3)
Massa Jenis (g/cm3)
1
Emas
19.300
19,3
2
Raksa
13.600
13,6
3
Platina
21.450
21,45
4
Timah
11.400
11,4
5
Baja
8.000
8
6
Perak
10.500
10,5
7
Kuningan
8.400
8,4
8
Besi
7.900
7,9
9
Seng
7.140
7,14
10
Titanium
4.500
4,5
11
Alumunium
2.700
2,7
12
Fiberglas
2.000
2
13
Air
1.000
1
14
Minyak Tanah
800
0,8

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Daftar Massa Jenis Berbagai Zat. Saya akan merasa sangat senang seklai jika anda berkenan untuk share tulisan ini ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.