Propellerads

Translate to your language

Saturday, January 25, 2014

Fungsi Zat Aditif Alami dan Sintetis

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Penggunaan Zat Aditif pada Makanan dan Minuman. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi IPA. Tulisan saya kali ni adalah Fungsi Zat Aditif Alami dan Sintetis.

Zat aditif alami merupakan zat aditif yang bisa diperoleh dari alam, seperti daun salam, daun pandan, kunyit, jahe, gula aren, dan asam.

Zat aditif sintetis merupakan zat yang dibuat dengan serangkaian proses kimia. Zat yang diperoleh dari proses kimia ini jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kesehatan tubuh. Beberapa bahan makanan yang termasuk ke dalam zat aditif sintetis di antaranya formalin, Monosodium Glutamat (MSG), formalin, dan sakarin.

Biasanya, zat aditif sintetis lebih berbahaya bagi kesehatan jika dibandingkan dengan zat aditif alami. Karena pada proses pembuatan zat aditif sintetis memerlukan proses kimia yang terkadang mengalami proseskimia yang tidak sempurna sehingga dapat memberikan dampak negatif terhadap tubuh konsumen.

Beberapa fungsi dari zat aditif yang ditambahkan pada makanan di antaranya:
  1. Meningkatkan kandungan gizi pada makanan.
  2. Menjaga kualitas dan tekstur makanan sehingga tetap terlihat segar.
  3. Menjaga agar makanan dapat tahan lama.
  4. Memberikan warna pada bahan makanan sehingga terlihat menarik.
  5. Memberikan rasa sedap pada makanan.
  6. Memberikan aroma yang khas pada makanan.


Demikianlah penjelasan singkat mengenai Fungsi Zat Aditif Alami dan Sintetis. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Catatan Callysta. Semoga bermanfaat. Saya sangat berterima kasih sekali jika pembaca berkenan untuk share ke G+1 dan meninggalkan komentar demi kemajuan blog saya.