Propellerads

Translate to your language

Showing posts with label Ringkasan Materi PKn. Show all posts
Showing posts with label Ringkasan Materi PKn. Show all posts

Wednesday, October 23, 2019

Inilah Daftar Nama Menteri Kabinet Indonesia Maju (2019-2024)

Usai sudah teka-teki siapa yang akan membantu Presiden RI Joko Widodo selama lima tahun ke depan. Setelah, pelantikan presiden RI pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2019, masyarakat bertanya-tanya siapa saja yang akan duduk sebagai menteri yang akan membantu tugas-tugas presiden Joko Widodo sebagai presiden terpilih tahun 2019-2024.

Sejak hari senin hingga selasa, presiden telah memanggil beberapa nama yang menjadi kandiddat menteri periode 2019-2024. Beberapa nama yang diundang ke Istana merupakan tokoh-tokoh yang sudah dikenal oleh masyarakat. Bahkan beberapa yang hadir adalah nama-nama yang menjadi menteri di pemerintahan Joko Widodo sebelumnya.

Akhirnya, tepat, hari ini, Rabu tanggal 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan secara resmi 34 menteri dan 4 pejabat setingkat menteri yang akan membantu presiden Joko Widodo dalam mewujudkan visi misi presiden tahun 2019-2024. Para menteri yang terpilih diberi nama kabinet Indonesia Maju. Berikut ini adalah nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

1. Menko Polhukam: Mahfud Md
2. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menko Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menko PMK: Muhadjir Effendy
5. Mensesneg: Pratikno
6. Mendagri: Jenderal Tito Karnavian
7. Menlu: Retno LP Marsudi
8. Menhan: Prabowo Subianto
9. Menkum HAM: Yasonna Laoly
10. Menkeu: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
12. Menperin: Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Mendag: Agus Suparmanto
14. Mentan: Syahrul Yasin Limpo
15. Menteri KLHK: Siti Nurbaya Bakar
16. Menhub: Budi Karya Sumadi
17. Menteri KKP: Edhy Prabowo
18. Menaker: Ida Fauziyah
19. Mendes PDTT: Abdul Halim Iskandar
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menkes: dr Terawan
22. Mendikbud: Nadiem Makarim
23. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
24. Mensos: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Jenderal (Purn) Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate
28. Menkop UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali

Sementara empat pejabat setingkat menteri yang diumumkan adalah sebagai berikut.

1. Jaksa Agung: ST Burhanuddin
2. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
3. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
4. Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia

Itulah daftar 34 menteri dan 4 pejabat setingkat menteri yang akan membantu presiden Joko Widodo dalam menjabarkan dan mewujudkan visi misi hingga lima tahun mendatang. Presiden Joko Widodo tak segan-segan mengganti jika menteri terpilih tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Menarik kita tunggu kinerja kabinet Indonesia Maju.

Thursday, December 6, 2018

Contoh Kewajiban di Sekolah

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Anak saya yang kelas 3 SD kemarin bertanya ke saya, apa saja kewajiban di sekolah. Saya jawab, di buku kan ada Kak, dibaca saja yang rangkuman materi PPKn, nanti kan nemu jawabannya. Tapi dia tetep aja pingin dijawab sama mamanya. Ya akhirnya saya jawab sebisa saya. Nah kali ini saya akan menulis contoh kewajiban di sekolah. Tulisan ini adalah jawaban yang saya sampaikan kepada anak saya. Namun ada baiknya kita perlu tau dulu apa itu kewajiban.

Kewajiban merupakan segala sesuatu yang wajib dan harus kita laksanakan. Kewajiban di sekolah berarti segala sesuatu yang harus kita lakukan di sekolah. Kewajiban harus dijalankan dengan seimbang dengan hak. Beberapa kewajiban di sekolah antara lain sebagai berikut.

  1. Mematuhi tata tertib sekolah
  2. Menjaga kebersihan sekolah
  3. Menghormati guru
  4. Menghargai teman
  5. Menjaga dan merawat fasilitas sekolah
  6. Mengembalikan buku yang dipinjam di perpustakaan
  7. Datang ke sekolah tepat waktu
  8. Mengerjakan PR dan tugas yang diberikan guru
  9. Mengikuti kegiatan belajar dengan tertib.
  10. Mengikuti upacara bendera 
  11. Menjaga dan merawat taman sekolah

Itulah beberapa contoh kewajiban anak atau siswa di sekolah. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Kewajiban harus dijalankan secara seimbang dengan hak. Jadi tidak hanya menuntut hak, akan tetapi kewajiban juga harus dipenuhi.

Tuesday, December 4, 2018

Contoh Hak di Sekolah

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Sudah lama rasanya saya tidak memposting artikel di blog ini karena kesibukan yang luar biasa sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus anak dan suami. Nah, pada kesempatan ini saya akan berbagi pengetahuan tentang contoh hak anak di sekolah.

Saya menulis judul tersebut karena kemarin anak saya yang besar bertanya kepada saya tentang hak anak atau siswa ketika berada di sekolah. Ternyata materi tentang hak dan kewajiban sudah diberikan sejak dini di kelas 3 sekolah dasar. Oh ya, kebetulan sekolah anak memakai kurikulum 2013 yang entah apa bedanya dengan KTSP. Ok langsung saja inilah beberapa contoh hak anak atau siswa di sekolah.

  1. Hak untuk mendapatkan pelajaran dari guru.
  2. Hak untuk belajar.
  3. Hak untuk mendapat kasih sayang dari guru.
  4. Hak untuk menggunakan buku-buku pelajaran.
  5. Hak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas sekolah.
  6. Hak untuk beribadah.
  7. Hak untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan di sekolah
  8. Hak untuk meminjam buku di sekolah.
  9. Hak untuk mendapatkan pelayanan UKS.
  10. Hak untuk mengikuti berbagai lomba di sekolah.
  11. Hak untuk dihormati dan dihargai oleh warga sekolah
  12. Hak untuk mengikuti lomba tingkat sekolah
Itulah beberapa contoh hak anak atau siswa di sekolah. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hak merupakan segala sesuatu yang harus kita terima atau kita dapatkan. Hak anak di sekolah berarti segala sesuatu yang harus diterima oleh anak ketika berada di lingkungan sekolah.

Selain melaksanakan kewajiban, anak di sekolah juga harus memperoleh hak. Hak-hak anak di sekolah harus dipenuhi dan diperhatikan dengan baik oleh pihak sekolah.

Wednesday, October 8, 2014

Daftar Pimpinan DPR RI Tahun 2014-2019

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan sebelumnya, saya telah berbagi informasi dan pengetahuan mengenai Daftar Pimpinan DPD RI Tahun 2014-2019. Nah kali ini saya akan kembali berbagi informasi yang masih berkaitan dengan materi PKn yaitu Lembaga Legislatif. Tulisan saya kali ini adalah Daftar Pimpinan DPR RI Tahun 2014-2019. Mari kita simak bersama.

Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR adalah salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat. DPR RI periode tahun 2014-2019 berjumlah 560 berasal dari anggota Partai Politik yang dipilih melalui Pemilihan Umum Tahun 2014. 

Pada sidang yang digelar tanggal 1 Oktober 2014 yang lalu dihasilkan pimpinan DPR RI untuk periode tahun 2014-2019 sebagai beirkut. 

Ketua
:
Setya Novanto
(dari Golkar)
Wakil Ketua
:
Fadli Zon
(dari Gerindra)
Wakil Ketua
:
Agus Hermanto
(dari Demokrat)
Wakil Ketua
:
Taufik Kurniawan
(dari PAN)
Wakil Ketua
:
Fahri Hamzah
(dari PKS)

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Daftar Pimpinan DPR RI Tahun 2014-2019. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Daftar Pimpinan DPD RI Tahun 2014-2019

Halo, apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan sebelumnya saya telah berbagi infomasi mengenai Daftar Pimpinan MPR RI Tahun 2014-2019. Nah pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi informasi yang masih berkaitan dengan materi PKn yaitu tentang Lembaga Legislatif. Tulisan saya kali ini adalah Daftar Pimpinan DPD RI Tahun 2014-2019. 

Sebagai salah satu lembaga tinggi negara dalam lembaga legislatif, DPD memegang peranan penting dalam setiap pengambilan keputusan di MPR. DPD yang sebelumnya disebut dengan Utusan Daerah merupakan lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap propinsi dan dipilih melalui Pemilihan Umum. 

Pada sidang yang digelar tanggal 30 September 2014 disepakati pimpinan DPD untuk periode 2014-2019 sebagai beirkut.

Ketua
:
Irman Gusman
(Utusan Sumatra Barat)
Wakil Ketua
:
Farouk Muhammad
(Utusan NTB)
Wakil Ketua
:
Gusti Kanjeng Ratu Hemas
(Utusan DIY)

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Daftar Pimpinan DPD RI Tahun 2014-2019. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. 

Daftar Pimpinan MPR RI Tahun 2014-2019

Halo, apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pimpinan MPR RI Tahun 2014-2019
Pada kesempatan yang lalu, saya telah berbagi informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan materi Bahasa Inggris, yaitu Comprehension Skill : Sequencing. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi informasi yang berkaitan dengan materi PKn. Tulisan saya kali ini adalah Daftar Pimpinan MPR RI Tahun 2014-2019. Mari kita simak bersama. 

Pesta demokrasi di Indonesia telah berakhir dan telah menghasilkan para wakil rakyat yang duduk sebagai anggota dewan di MPR. MPR merupakan lembaga legislatif bikameral yang merupakan salah satu lemabag tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. MPR di sebut bikameral karena terdiri dari DPR dan DPD. 

Pada sidang pemilihan pimpinan MPR yang digelar tanggal 7 Oktober 2014 diperoleh pimpinan MPR untuk periode 2014-2019. Berikut ini adalah daftar pimpinan MPR RI untuk periode 2014-2019. 


Ketua
:
Zulkifli Hasan
(dari PAN)
Wakil Ketua
;
Mahyudin
(dari Golkar)
Wakil Ketua
:
E. E. Mangindaan
(dari Demokrat)
Wakil Ketua
:
Hidayat Nur Wahid
(dari PKS)
Wakil Ketua
:
Oesman Sapta Odang
(dari DPD)


Demikianlah penjelasan singkat mengenai Daftar Pimpinan MPR RI Tahun 2014-2019. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Sunday, March 2, 2014

Daftar Nama Parpol Peserta Pemilu 2014

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai DaftarNama Sungai di Myanmar. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan Materi PKn. Tulisan saya kali ni adalah Daftar Nama Parpol Peserta Pemilu 2014.

Pesta akbar demokrasi rakyat Indonesia untuk memilih para wakil mereka di DPR, DPRD maupun DPD, akan berlangsung secara serentak tanggal 9 April 2014 mendatang. Pemilu Legislatif 2014 ditujukan untuk memilih para anggota dewan yang nantinya akan duduk di kursi DPR, DPRD dan DPD.

Pemilu Legislatif ini diikuti oleh 15 partai politik saja yang telah lolos verifikasi oleh KPU berdasarkan surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI. Nah berikut ini adalah para parpol peserta pemilu 2014 beserta nama ketua umumnya yang sedang menjabat saat ini.

No
Nama Partai
Ketua Umum 
1
Partai NasDem
Surya Paloh
2
Partai Kebangkitan Bangsa
H. A. Muhaimin Iskandar
3
Partai Keadilan Sejahtera
Muhammad Anis Matta
4
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Megawati Soekarnoputri
5
Partai Golongan Karya
H. Aburizal Bakrie
6
Partai Gerindra
Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc
7
Partai Demokrat
Dr. Susilo Bambang Yudhoyono
8
Partai Amanat Nasional
M. Hatta Rajasa
9
Partai Persatuan Pembangunan
Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si
10
Partai Hanura
H. Wiranto
11
Partai Damai Aceh
Tgk.Muhibbussabri.A.Wahab
12
Partai Nasional Aceh
Irwansyah (Tgk Muchsalmina)
13
Partai Aceh
Muzakir Manaf
14
Partai Bulan Bintang
Dr. H. MS. Kaban, SE, M.Si
15
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
Letjen TNI (Purn) Dr. H. Sutiyoso, SH

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Daftar Nama Parpol Peserta Pemilu 2014. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Tuesday, October 29, 2013

Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Para Ahli

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Pengertian Hukum Menurut Para Ahli. Nah pada kesempatan ini saya akan berbagi pengetahuan sedikit mengenai Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Para Ahli. 

Hak asasi manusia (HAM) terbentuk dari tiga kata, yaitu hak, asasi, dan manusia. Hak berarti milik atau kepunyaan. Hak juga didefinisikan sebagai kekuasaan untuk berbuat sesuatu. Asas berarti pokok, dasar, atau utama. Asasi berarti yang dasar atau yang pokok. Manusia didefinisikan sebagai orang, insan, atau makhluk yang berakal budi. Dengan demikian hak asasi manusia dapat didefinisikan sebagai milik atau kepunyaan yang bersifat mendasar atau pokok yang melekat pada seseorang sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Hak asasi manusia dijabarkan atau dikembangkan menjadi kewajiban-kewajiban dan hak-hak lainnya. Ada beberapa pengertian hak asasi manusia sebagai berikut.

  1. Jan Materson (Komisi HAM PBB) berpendapat bahwa hak asasi manusia adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.
  2. John Locke berpendapat bahwa hak asasi manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati.
  3. Miriam Budiardjo mengemukakan bahwa hak asasi adalah hak yang dimiliki manusiayangtelahdiperolehdandibawanyabersamaandengan kelahiran atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat.
  4. Muladi berpendapat hak asasi adalah segala hak-hak dasar yang melekat dalam kehidupan manusia (those rights which are inherent in our nature and without which we cannot live as human being).
  5. Peter R. Baehr menjelaskan hak asasi manusia sebagai hak dasar yang dipandang mutlak perlu untuk perkembangan individu.
  6. Menurut UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar.

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Daftar Massa Jenis Berbagai Zat. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit informasi yang berkaitan dengan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. Tulisan saya kali ini adalah Pengertian Hukum Menurut Para Ahli. 

Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interaksi atau hubungan dengan orang lain dalam masyarakat. Proses interaksi antarmanusia ini dilakukan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan manusia. Karena kepentingan atau kebutuhan manu sia beragam, maka dibuatlah aturan untuk melindungi kepen tingan masing-masing individu. Aturan tersebut dinamakan hukum. 

Terdapat beberapa pengertian hukum menurut para ahli hukum, antara lain sebagai berikut.

  1. E. Utrecht menyatakan bahwa hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib masyarakat sehingga harus ditaati. 
  2. J.C.T. Simorangkir dan Woerjono Sastro Pranoto menyatakan bahwa hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa dan menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat dan dibuat oleh lembaga berwenang. 
  3. S. M. Amin menyatakan bahwa hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri atas norma-norma dan sanksi-sanksi. 
  4. M.H. Tirtamidjaja menyatakan bahwa hokum adalah semua peraturan (norma) yang harus dituruti dalam tingkah laku, tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman harus meng ganti kerugian. 
Demikianlah penjelasan singkat mengenai Pengertian Hukum Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat. Saya akan merasa sangat sennag sekali jika pembaca berkenan untuk share ke teman-teman dan silahkan tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Saturday, October 26, 2013

Biografi Sekjen ASEAN : Surin Pitsuwan

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi pengetahuan mengenai Biografi Sekjen ASEAN : H. E. Le Luong Minh. Pada kesempatan ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan yang masih berkaitan dengan materi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Kewarganeagaraan. Tulisan saya kali ini adalah Biografi Sekjen ASEAN : Surin Pitsuwan. Tulisan saya kali ini saya tulis dalam Bahasa Inggris sehingga lebih bersifat universal. 

Dr. Surin Pitsuwan, born on 28 October 1949, is a native of Nakorn Sri Thammarat, Southern Thailand. He received his primary and secondary education in his home province.

He was awarded the American Field Service (AFS) exchange scholarship and was a high school exchange student in Minnesota, USA, in 1967-1968. He returned to Bangkok, Thailand and attended Thammasat University for two years before winning a scholarship from Claremont Men’s College, Claremont, California, to complete his B.A. in Political Science (cum laude) in 1972. He then went on to Harvard University, Cambridge, Massachusetts, U.S.A., where he received his M.A. and Ph.D. in 1974 and 1982 respectively, in the field of Political Science and Middle Eastern Studies.

His entire Harvard career was supported by the Winston S. Churchill Association and Rockefeller Foundation Fellowships. He also spent a year and a half studying Arabic and conducting his research at the American University in Cairo, 1975-1977, while concurrently a fellow at the Higher Institute of Islamic Research, Cairo, Egypt. He worked as a columnist for the Nation and the Bangkok Post, the two leading English daily newspapers in Bangkok, from 1975-1992.

Dr. Surin taught at the Faculty of Political Science at Thammasat University from 1978-1983 and 1984-1986. He also served as an assistant to the Deputy Dean for Academic Affairs during the same period.

Dr. Surin joined the American Political Science Association’s Congressional Fellowship Program in 1983-1984, when he interned in the Congressional Office of US Representative Geraldine A. Ferraro (D-New York), who later became the Vice Presidential Candidate for the Democrat Party in 1984, and worked for the Senate Republican Conference in the later half of 1984. He taught Southeast Asian Affairs at the American University in Washington, D.C. during that same year.

He returned to Thailand in 1984 to his teaching position at Thammasat and ran for a Parliamentary seat from Nakorn Sri Thammarat, his home town. He has been returned to Parliament eight times since 1986. As an MP, he was appointed Secretary to the Speaker of the House of Representatives (Chuan Leekpai), Secretary to Deputy Minister of Interior, Deputy Minister for Foreign Affairs during 1992-1995 and Minister of Foreign Affairs from 1997 to 2001. He served as Chair of the ASEAN Ministerial Meeting and the Chair of the ASEAN Regional Forum (ARF) in 1999-2000. In September 1999, while the ASEAN Chair, he led the efforts to get Southeast Asian governments to help restore law and order and that joint undertaking, with the support of the United Nations and the international community, brought about peace and security in East Timor.

Upon leaving the foreign affairs portfolio in mid-2001, Dr. Surin was appointed a member of the Commission on Human Security of the United Nations until 2003. He also served as an advisor to the International Commission on Intervention and State Sovereignty from 1999-2001. In 2002, he concurrently served on the ILO’s World Commission on the Social Dimension of Globalization until 2004. He is currently on the Advisory Board of the UN Human Security Trust Fund; the Advisory Board of the International Crisis Group (ICG); a member of the International Advisory Board of the Council on Foreign Relations in New York; an International Academic Advisor of the Centre for Islamic Studies, Oxford University; and an advisor to the Leaders Project, a conference arm of the Cohen Group of former US Secretary of Defense William S. Cohen Washington, D.C. Between 20022004, Dr. Surin was also a member of the “Wise Men Group” under the auspices of the Henri Dunant Centre for Humanitarian Dialogue (HDC) in Geneva, advising the peace negotiations between the Acehnese Independence Movement (GAM) and the Government of the Republic of Indonesia. He has just completed his assignments as a member of the Islamic Development Bank’s 1440 A.H. (2020) Vision Commission under the leadership of Tun Dr. Muhammad Mahathir, former Prime Minister of Malaysia, in June 2005.

Dr. Surin was a Deputy Leader of the Democrat Party, Thailand. He also served on the National Reconciliation Commission (NRC), charged with bringing peace and security back to Thailand’s deep South. He also served as MP in the National Legislative Assembly (NLA). He was nominated by the Royal Thai Government and endorsed by ASEAN Leaders to be ASEAN Secretary-General for year 2008-2012. 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Biografi Sekjen ASEAN : Surin Pitsuwan. Silahkan bagikan ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar. 
_________________________________________________________ 
Tulisan terkait :
- Daftar Nama Sekretaris Jendral ASEAN

Biografi Sekjen ASEAN : H. E. Le Luong Minh

Halo apa kabar Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Daftar Nama Sekretaris Jendral ASEAN. Pada kesempatan kali saya akan berbagi sedikit pengetahuan yang masih berkaitan dengan materi Ilmu Pengetahuan Sosial ataupun Pendidikan Kewarganegaraan. Tulisan saya kali ini adalah Biografi Sekjen ASEAN : H. E. Le Luong Minh. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menulis biografi singkatnya menggunakan Bahasa Inggris. 


H.E. Le Luong Minh was born on 1 September 1952. He is a native of Thanh Hoa, Viet Nam.

Before assuming his post as ASEAN Secretary-General, His Excellency Le Luong Minh was Viet Nam’s Deputy Minister for Foreign Affairs. He was nominated by the Government of Viet Nam. The ASEAN Leaders endorsed him as ASEAN Secretary-General for 2013-2017.

From 2004 to 2011, Mr. Minh was Viet Nam’s Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary, Permanent Representative to the United Nations. From August 2007 to December 2008, he was concurrently Assistant Minister for Foreign Affairs and from December 2008 till the end of his tenure in June 2011 concurrently Deputy Minister for Foreign Affairs.

Mr Minh has had a long career in Viet Nam’s Ministry of Foreign Affairs, which began in 1975. He was appointed Deputy Director-General for International Organizations in 1993. In 1995, he was appointed as Ambassador – Permanent Representative to the United Nations Office and Other International Organizations in Geneva. Two years later, he was appointed as Ambassador – Deputy Permanent Representative to the United Nations at Headquarters.

Between December 1999 to December 2002, Mr Minh was Deputy Director-General, then Acting Director-General for International Organizations in the Foreign Ministry. He became Acting Director-General, then Director-General for Multilateral Economic Cooperation in the Foreign Ministry (Dec 2002 – Jan 2004).

H.E. Minh studied Diplomacy at the University of Foreign Affairs (now the Diplomatic Academy of Viet Nam), Hanoi, Viet Nam, and received his degree in 1974. He then studied Linguistics and English Literature at Jawaharlal Nehru University, New Delhi, India.

Demikianlah informasi singkat mengenai Biografi Sekjen ASEAN : H. E. Le Luong Minh. Bila menurut anda tulisan ini bermanfaat silahkan bagikan ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar.
__________________________________________________________ 
Tulisan terkait :
- Daftar Nama Sekretaris Jendral ASEAN

Daftar Nama Sekretaris Jendral (Sekjen) ASEAN

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah sedikit berbagi pengetahuan tentang Kenampakan Alam Negara Kamboja. Nah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai materi Pendidikan Kewarganegaraan ataupun Ilmu Pengetahuan Sosial. Tulisan saya kali ini adalah Daftar Nama Sekretaris Jendral (Sekjen) ASEAN. 

ASEAN (Association of Southeast Asia Nation) atau juga sering disebut Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara telah mengalami beberapa pergantian Sekretaris Jendral (Sekjen). Nah berikut ini merupakan daftar nama sekjen ASEAN. 
  1. H. E. Le Luong Minh (Vietnam) : Menjabat Tahun 2013 - 2017
  2. Surin Pitsuwan (Thailand) : Menjabat Tahun 2008 - 2012
  3. Ong Keng Yong (Singapura) : Menjabat Tahun 2003 - 2007
  4. Rodolfo C. Severino Jr (Filipina) : Menjabat Tahun 1998 - 2002
  5. Dato Ajit Singh (Malaysia) : Menjabat Tahun 1993 - 1997
  6. Rusly Noor (Indonesia) : Menjabat Tahun 1989 - 1993
  7. Roderick Young (Brunei Darussalam) : Menjabat Tahun 1986 - 1989
  8. Phan Wannamethee (Thailand) : Menjabat Tahun 1984 - 1986
  9. Chan Kai Yau (Singapura) : Menjabat Tahun 1982 - 1984
  10. Narciso G. Reyes (Filipina) : Menjabat Tahun 1980 - 1982
  11. Datuk Ali Bin Abdullah (Malaysia) : Menjabat Tahun 1978 - 1980
  12. Umarjadi Notowijono (Indonesia) : Menjabat Tahun 1978 - 1978
  13. H.R Dharsono (Indonesia) : Menjabat Tahun 1976 - 1978

Demikianlah informasi singkat mengenai Daftar Nama Sekretaris Jendral ASEAN. Bila menurut anda tulisan ini bermanfaat silahkan bagikan ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. 

Friday, December 14, 2012

Daftar Nama Kepala Pemerintahan Negara-negara Asia Tenggara

Apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi tulisan yang berjudul Bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan saya akan berbagi tulisan yang berkaitan dengan Materi IPS dan Materi PKn. Tulisan saya kali ini berjudul : Daftar Nama Kepala Pemerintahan Negara-negara Asia Tenggara.

Negara-negara di Asia tenggara berjumlah 11 negara. Masing-masing negara di pimpin oleh kepala negara dan kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan pada umumnya dijabat oleh seorang Perdana Menteri. Namun di beberapa negara, kepala pemerintahan juga di jabat oleh kepala negara.

Nah berikut ini saya sajikan daftar nama kepala pemerintahan di negara-negara Asia tenggara yang pada tahun 2017 masih menjabat sebagai kepala pemerintahan. 

  1. Perdana Menteri Hun Sen - Kamboja
  2. Perdana Menteri Bouasone Bouphavanh - Laos
  3. Presiden Thein Sein - Myanmar
  4. Perdana Menteri Yingluck Shinawatra - Thailand 
  5. Perdana Menteri Nguyen Tan Dung - Vietnam
  6. Sultan Hasanal Bolkiah - Brunei 
  7. Presiden Benigno Aquino III - Filipina
  8. Presiden Joko Widodo - Indonesia
  9. Perdana Menteri Najib Tun Razak - Malaysia
  10. Perdana Menteri Lee Hsien Long - Singapura
  11. Xanana Gusmao - Timor Leste

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Daftar Nama Kepala Pemerintahan Negara-negara Asia Tenggara. Semoga bermanfaat. Jika menurut anda tulisan  ini bermanfaat, silahkan bagikan tulisan ini ke rekan-rekan anda dan jangan sungkan-sungkan untuk meninggalkan komentar.

Monday, November 26, 2012

Macam-macam Hak DPR

Dewan Perwakilan Rakyat adalah lembaga legislatif yang berwenang membuat undang-undang. Anggota DPR dipilih melalui Pemilu. Para anggota DPR ini memiliki hak dan kewajiban sebagai seorang anggota lembaga negara. 

Macam-macam hak yang dimiliki anggota DPR yaitu : 
  1. Hak Inisiatif adalah hak untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang
  2. Hak Budget adalah hak untuk menyusun dan menentukan anggaran. 
  3. Hak Amandemen adalah hak untuk mengadakan perubahan terhadap suatu usul rancangan undang-undang yang diajukan oleh pemerintah. 
  4. Hak Interpelasi adalah hak untuk meminta keterangan pada presiden, tentang kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah. 
  5. Hak Petisi adalah hak untuk mengajukan pernyataan pendapat terhadap masalah yang dianggap sangat penting yang sedang dibicarakan secara nasional. 
  6. Hak Angket adalah hak untuk mengadakan penyelidikan mengenai masalah tertentu yang disampaikan secara tertulis kepada ketua DPR. 
  7. Hak Bertanya adalah hak untuk mengajukan pertanyaan kepada pemerintah atau presiden.