Propellerads

Translate to your language

Showing posts with label Pipa Kapiler. Show all posts
Showing posts with label Pipa Kapiler. Show all posts

Tuesday, October 29, 2013

Contoh Peristiwa Kapilaritas Dalam Kehidupan Sehari-hari

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan sebelumnya saya telah berbagi sedikit pengetahuan mengenai Kohesi dan Adhesi. Nah pada kesempatan ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan yang masih berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam. Tulisan saya kali ini adalah Contoh Peritiwa Kapilaritas Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kita semua tentu saja pernah menyalakan kompor ketika akan memasak. Pernahkah kita berpikir mengapa minyak tanah yang ada di bawah dapat bergerak naik sehingga api kompor menyala? Minyak tanah naik bergerak melalui sumbunya yang terbuat dari kain yang berpori-pori kecil. Begitu juga ketika air berada pada pipa kapiler ternyata air naik pada bagian pipa yang terkecil. Peristiwa ini dinamakan kapilaritas. 

Kapilaritas adalah peristiwa naiknya zat cair pada pembuluh atau celah kecil atau pori-pori kecil. Air pada pembuluh atau celah kecil akan lebih tinggi dari yang lainnya itu, akibat adhesi (partikel air dan partikel gelas) lebih besar dari kohesinya (partikel air).

Lain lagi dengan raksa. Raksa pada pembuluh atau celah kecil akan lebih rendah dari yang lebih besar lainnya, akibat kohesi antar partikel raksa lebih besar daripada adhesi partikel raksa dan partikel gelas. Contoh peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari: 
  1. Naiknya minyak tanah pada sumbu kompor sehingga kompor dapat menyala,
  2. Naiknya minyak tanah pada sumber lampu temple sehingga lampu itu menyala,
  3. Naiknya air pada musim hujan sehingga dinding rumah basah,
  4. Naiknya air tanah melalui akar dengan pembuluh-pembuluh tumbuhan,
  5. Air menggenang dapat diserap dengan kain pel, spons, atau kertas isap, dan
  6. Cairan tinta yang tumpah dapat diserap oleh kapur tulis atau kertas isap
Demikianlah penjelasan singkat mengenai Contoh Peritiwa Kapilaritas Dalam Kehidupan Sehari-hari. Silahkan share ke teman-teman anda bila menurut anda tulisan ini bermanfaat dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. 

Memahami Kohesi dan Adhesi

Halo apa kabar pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi pengetahuan mengenai Biografi Sekjen ASEAN : Surin Pitsuwan. Nah kali ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam. Tulisan saya kali ini adalah Memahami Kohesi dan Adhesi

Kohesi
Setiap zat memiliki partikel-partikel yang senantiasa tarik-menarik. Akibat tarik-menarik itu terjadilah kohesi. Kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis. 

Contohnya pada sebuah gelas terjadi tarik-menarik antara partikel-partikel gelas, pada air terjadi tarik-menarik antara partikel-partikel air, dan pada raksa terjadi tarik-menarik antara partikel-partikel raksa.

Adhesi
Ketika air dimasukkan ke dalam gelas, terjadilah tarik-menarik antara partikel-partikel air dengan partikel-partikel gelas, sehingga terjadi adhesi. Adhesi adalah gaya tarik-menarik di antara partikel-partikel yang tidak sejenis. 

Contohnya pada gelas yang diisi air, terjadi gaya tarik-menarik antara partikel-partikel gelas dengan partikel-partikel raksa, pada gelas yang diisi raksa terjadi gaya tarik-menarik antara partikel-partikel gelas dengan partikel-partikel air, pada papan tulis dengan kapur terjadi gaya tarik-menarik antara partikel-partikel papan tulis dengan partikel. Pada pipa kapiler, air tertinggi pada bagian yang terkecil kapur, dan pada kertas dengan pensil terjadi gaya tarik-menarik antara partikel-partikel kertas dengan partikel-partikel pensil.

Terdapat dua gejala apabila zat cair di masukan ke dalam gelas atau tabung kaca. yang pertama adalah maniskus cekung, yaitu permukaan zat cair yang mencekung akibat adhesi partikel gelas dengan partikel air lebih kuat daripada kohesi partikel air. 


Kedua adalah meniskus cembung, yaitu permukaan zat cair yang mencembung akibat kohesi partikel raksa lebih kuat daripada adhesi partikel raksa dengan partikel gelas.

Demikianlah informasi singkat mengenai Memahami Kohesi dan Adhesi. Bila menurut anda tulisan ini bermanfaat silahkan bagikan ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.