Propellerads

Translate to your language

Showing posts with label Gaya Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Gaya Bahasa. Show all posts

Tuesday, May 17, 2016

Ciri-ciri Buku Fiksi dan Non Fiksi

Halo apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi informasi terkait dengan Materi Bahasa Indonesia yaitu tentang Gaya Bahasa Hiperbola dan Contohnya. Nah kali ini saya akan berbagi informasi lagi tentang materi Bahasa Indonesia. Terutama untuk anak-anak di sekolah dasar. Tulisan saya kali ini adalah Ciri-ciri Buku Fiksi dan Non Fiksi. Yuk kita simak bersama

Ciri-ciri buku fiksi adalah sebagai berikut.
a. Ditulis menggunakan gaya bahasa.
b. Sifat katanya banyak konotatif atau makna yang ditambahkan.
c. Berbentuk cerpen dan novel.
d. Ditulis berdasarkan imajinasi atau khayalan.

Ciri-ciri buku nonfiksi adalah sebagai berikut.
a. Ditulis dengan tidak menggunakan gaya bahasa.
b. Sifat katanya denotatif atau dengan makna sebenarnya.
c. Berbentuk karangan ilmiah.
d. Ditulis berdasarkan pengamatan atau penelitian

Banyak sekali contoh buku fiksi dan non fiksi yang bisa kita temui di perpustakaan ataupun di toko buku. Demikianlah informasi singkat mengenai Ciri-ciri Buku Fiksi dan Non Fiksi. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.

Download Buku Fiksi

Monday, May 16, 2016

Gaya Bahasa Hiperbola dan Contohnya

Halo apa kabar para pengunjung Catatan Callysta?

Pada kesempatan yang lalu saya telah berbagi informasi terkait dengan Materi IPA yaitu tentang Perbedaan Perbedaan Fotosintesis dan Respirasi pada Tumbuhan. Nah kali ini saya akan berbagi informasi lagi tentang materi Bahasa Indonesia. Terutama untuk anak-anak di sekolah dasar. Tulisan saya kali ini adalah Gaya Bahasa Hiperbola dan Contohnya. Yuk kita simak bersama.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan dengan berbagai persoalan faktual. Persoalan-persoalan tersebut dapat kalian jumpai di koran atau majalah-majalah. Di dalam berita, ada kalanya terdapat ungkapan kalimat yang suka dilebih-lebihkan.

Hiperbola atau ungkapan pengeras adalah gaya bahasa perbandingan yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan. Hiperbola juga dapat diartikan lukisan peristiwa atau keadaan secara berlebihan.

Contoh:
1. Larinya secepat kilat.
2. Cita-citanya setinggi langit.
3. Air matanya mengalir menganak sungai.
4. Ia kurus kering tinggal kulit pembalut tulang.
5. Hampir meledak dadaku menahan amarah

Demikianlah informasi singkat mengenai Gaya Bahasa Hiperbola dan Contohnya. Semoga bermanfaat. Silahkan share ke teman-teman anda dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini.